My adventure, my vision, my confession.

Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts

Jogjakarta, 18 Februari 2017


"Take me to your place where our hearts belong together. I will follow you. 'Cause you're the reason that I breath. I'll come running to you. Fill me with your love forever. Promise you one thing that I will never let you go. 'Cause you are my everything."

Jogjakarta, 18 Februari 2017
Happy wedding day kesayanganku,
mas Arya dan mbak Dewi

Terima kasih buat bunga-nya yang nggak sengaja kelempar ke aku o_o"

Quotes to Remember I - 2017

Quotes to remember........

  1. "Keikhlasan itu ibarat menghilangkan kotoran yang menyumbat pipa keran. Kalau kamu ikhlas, seperti hilangnya sumbat itu, air akan mengalir dengan benar-benar deras." - Mas Arya
  2. "Daripada sibuk nge-galau-in yang hilalnya aja belum jelas, mending kita fokus aja ngerjain yang hilalnya udah pasti." - Rapen
  3. "Selalu inget niat awalnya apa, El." - Meisa
  4. "Kalau capek, aku tidur. Kalau sedih, aku baca buku. Kalau marah, aku olahraga." - Mas Aryo

 and many more.

Tidak akan aku dapat setegar ini bila bukan karena kasih-Mu yang terangat sangat.

لاَحوْلَ وَلاَ قُوَّة اِلاَّبِاللّهِ

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن






~Menuju Sehat dan Ceria 2017~


Hatur Doa dalam Jarak

Sudah lewat dua bulan sejak 19 September 2014.
Sejak Tuhan menjemput kak Krishna dalam lelap tidurnya di Jumat pagi.

Beberapa hari yang lalu, ketika membuka Facebook, tidak sengaja saya membaca update status mas Arya (masnya almarhum kak Krishna). Ketika itu saya tersenyum dan menyadari betapa rindu saya kepada kak Krishna. Jarak di antara kami terasa jauh sekali. Seperti saat lalu, ketika saya tinggal di Jakarta sedangkan kak Krishna ada di Semarang. Padahal, saat ini kami sudah berada di kota yang sama. Sama-sama di Semarang. Jarak rumah saya ke makam ataupun rumah kak Krishna pun tidak sampai 30 menit dengan kendaraan. Aneh rasanya ketika sesuatu yang padahal dekat terasa sangat jauh. Saya termenung. Bahwa mungkin saat ini kak Krishna sudah jauh melanjutkan perjalanannya ke babak selanjutnya dalam kehidupan manusia. Cukup sukar dimengerti, tetapi dalam waktu yang sama juga ada keyakinan dalam diri saya yang merasa bahwa beliau masih berada dekat di sini, yang mana bisa jadi sebenarnya hanya pengharapan atau penghiburan dari saya untuk diri saya sendiri. Hehehe.

Mengenai perasaan aneh terkait jarak ini, saya teringat dengan perkataan ibu saya dulu ketika saya harus kembali ke Jakarta,

Arwah itu udara. Kalau kangen, doakan saja. Pasti doanya akan sampai ke dia.

Dan itu menjadi penghiburan bagi saya setiap kali saya merindukan orang-orang terkasih saya yang sudah terlebih dahulu meniti setapak menuju surga. Saya yakin bahwa lewat doa, rindu dan cinta yang kita rasakan dapat tersampaikan kepada mereka. Mereka masih ada dan mereka bersama kita dalam perlindungan Tuhan yang mencintai umat-Nya.





Al-faatehah.

Cung

Kali ini, izinkan sekali lagi bagiku

melantunkan

sapa bagimu lewat surat pada secarik kertas yang kubentuk pesawat lalu kuterbangkan dari tebing yang mampu kau temukan di pegunungan;

rindu yang menemaniku, yang kurangkai dalam kisah dan kupasrahkan pada debu jalanan dan angin malam;

amarah dan air mata yang kularung di lautan.

Berharap semesta berkenan memberikan keajaibannya sekali lagi bagi kita.
(Bukankah tiada pernah habis keajaiban-Nya?)

Cung, kapan-kapan,
bertemu lagi ya.


Posko Banjir Sahabat Anak Manggarai

Pada hari Sabtu, 19 Januari 2012 lalu saya berkesempatan untuk menjadi volunteer di posko banjir Sahabat Anak Manggarai.

Berbekal niat dan nekat karena lokasinya cukup jauh dari kos saya, sendirian saya berangkat menuju posko yang terletak di Jalan Manggarai Utara II, tepatnya di depan Stasiun Manggarai. Setelah hampir dua setengah jam perjalanan, akhirnya alhamdulillah saya tiba di lokasi dengan selamat. Di sana, saya langsung bergabung dengan volunteer lain untuk bermain bersama adik-adik yang tempat tinggalnya terkena musibah banjir.

Pada hari itu, kami kedatangan kakak-kakak dari @CountMeInID. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelompok usia. Saya bersama kak Ully bertugas untuk bermain bersama adik-adik yang berusia tujuh tahun. Kami bermain puzzle bersama. Ada yang bergambar Angry Bird, Cars, dan Winnie The Pooh. Adik-adik berlomba untuk menyelesaikan puzzle dengan cepat (jago-jago lho!). Setelah capek bermain puzzle, kami membaca buku dongeng bersama dan setelah itu bermain ABC Lima Dasar (hehehe). Tidak terasa, waktu kemudian sudah menunjukkan pukul 12 siang. Waktunya bagi adik-adik untuk pulang dan beristirahat.

Ini Alifah dan Kenny.
 
Salah satu posko banjir warga.
Saya kemudian menuju posko yang terletak di depan markas TNI AD. Di sana, saya berkenalan dengan kakak-kakak volunteer Sahabat Anak Manggarai lainnya. Kami makan siang dan beristirahat sejenak. Kemudian saya, kak Ully, dan kak Kharisma berjalan-jalan ke sekitar lokasi yang terkena banjir. Warga setempat sangat ramah dan terbuka. Kami juga sempat mengobrol dengan seorang ibu yang hingga saat itu air banjir di rumahnya belum juga surut. Selesai berbincang-bincang, kami kembali ke posko untuk membantu mengelompokkan barang-barang sumbangan dari donatur.

Rumah warga. Banjir masih belum surut sepenuhnya.

Barang-barang di posko @SAManggarai

Popok! Saya baru tahu kalau popok ternyata juga
memiliki bermacam-macam corak dan motif.
Agak sore, kami kedatangan seorang wanita cantik yang membawa barang-barang untuk disumbangkan. Siapakah diaaa....

Mbak Cynthia ABThree

Ya, beliau adalah mbak Cynthia Lamusu (AB Three/Be3). Selain membawa sumbangan, mbak Cynthia ternyata juga membawa 'bingkisan' lain untuk adik-adik korban banjir. Mbak Cythia memasak Milu Siram alias sup jagung ala Gorontalo.

Makan sore. We are going to eat sup jagung Gorontalo
buatan mbak Cynthia. Slurrrp. Yummy!

Milu Siram / Sup jagung ala Gorontalo buatan mbak Cynthia.

Hari sudah sore. Setelah kenyang, adik-adik pun akhirnya pulang. Dan karena saya masih ujian dan masih ada tugas kuliah yang harus diselesaikan, dengan sedih saya pun juga harus meninggalkan Manggarai dan kembali ke Bintaro. Saya pulang dengan kak Acil dan Rheza. Dari stasiun Manggarai, kami naik bemo ke terminal dan naik bus menuju Blok M. Saya dan kak Acil turun di Ratu Plaza. Kak Acil lanjut menunggu bus menuju Senayan karena ada acara di sana, dan saya naik TransBintaro. Tepat jam setengah delapan malam, saya tiba di kos dan langsung bercengkrama dengan laptop untuk mengerjakan tugas. Meskipun sangat lelah, saya sangat bahagia dapat bertemu dan bermain bersama adik-adik di sana. Dan saya bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang luar biasa yang bersedia dan nyata bergerak berjuang bersama untuk saling membantu dan memperjuangkan kemanusiaan di ibukota yang konon kabarnya keras dan serba individualistik ini. Semoga saya dapat menjadi seperti mereka. Menjadi lebih bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Ya, saya akan berusaha :)

Saya bersama adik-adik Sahabat Anak Manggarai.
Terima kasih, Sahabat Anak!
Sampai bertemu di kesempatan berikutnya!

Camping @3Uphoria2012


Last weekend (16-17 November 2012 to be exact), I had a camp with my classmate. This event was held at Bumi Perkemahan Agro Mas Bogor as the part of KSPK (Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian) course. We departed from campus on Friday morning and arrived about two hours later. We were divided into several groups for games. I was in team with Fitria, Sayuti, Dhimas, and Ridho.

The event was very great and cool although it was raining so hard at the time. We had a lot of fun for sure. We cooked the meals by ourselves, took a midnight walk for roasted corn, and singing together all the times. Our lecturer, Mr. Satria, was coming too. Well, not much that I can say. Pics will tell you everything ;)

One Little Slice of High School Memento

A bit outdated news, but well.. Yep, it's about bullying case that happened few weeks ago in my high school.

In my high school, we have some extracurricular activities we can apply in freely, based on what we want and like. One of those excul, let's just call it 'SSC'.

Well, honestly until even now I don't really understand what this community moves on, or maybe I'm just forget. Things I know are they keep our school safe from outsider (you know, high school brawl and such), they always gather at Saturday night - Sunday morning, and they are so cool, especially because their family bond is so strong that put many people into jealousy, including me ;)

One of my bestfriends is a member of this community. So I know pretty much about it.

Back to the bullying case, so SSC have such kind of tradition for recruiting new members. And all of the applicants have to follow all rituals. Well, the problem, which lead us to the bullying case, is the rituals are all physical and, well, somewhat harsh. Mainly only running, sit up, push up, etc, and.. fighting. And skip skip skip, all members will surely come home with bruises all over their body. Please don't ask if I'm agree about this tradition or not. When my bestfriend was being in this recruitment processing, I couldn't sleep all night and checking my phone every single minute. I was all worried. He had told me not to worry though. In the end, he and his friends came home with bruises but they seem to be really happy so I thought it's okay.

Unfortunately, in this year, the procession didn't go really well. The seniors seems to get difficulty to hold their self, and.. well.. bullying case. Two applicants has to be hospitalized and his parents, of course, got so mad about it.

Finally, SSC is now officially disbanded. It really makes me sad. Because one, they are like real family; two, my bestfriend love it so much that he must be really sad..; three, although I'm not a member, SSC holds a little but special part of my high school memory.

I don't know all of them. But I'm sure they are all nice people. And I'm quite sure, even they are disbanded, they will never break up. They are not people who will give up easily.

Miles away there, "SAKLAWASE!"

Thank you for the memories.
Always be forever.

People Change. Au Revoir?

I've been living in this world for 19 years. I meet a lot of people, repeating hello and goodbye for a lot of times, fall in love, and found my heart broken. Yet, this world is beautiful.

I am close with some people. Those people I share happiness, tears, and secrets with. People I love so much that they don't even have to love me back. Family, bestfriends, special friends. Yet, I can't say I know them really much.

People change. So do I.

I don't cry for candies anymore. I don't laugh too hard. Well, for something really funny - yes, I do. Now, I enjoy reading newspaper and watching news channel. I even love veggies. Well, I start becoming an old, boring person.

But I still love chocolate, the darkest one. I enjoy wasting my times, sleep beneath the night sky, or watching animes. I love playing games too. Traditional or modern is okay. I hope it would help.

A baby I saw ten years ago is now a beautiful little girl. Start learning things on the world, feeling the real happiness and pain. She's my youngest little sister, Elinna.

And there's no little girl who always follow me wherever I go, whatever I do, and agree for everything I say. We start to argue and get mad to each other. But for me, our little fights are really fine. She's my first little sister, Elin.

Mother and Father always be the best people in my life. It's like they never change. Dad is always the smartest and strongest man in my life, and Mom's beauty is never fade, it's even grow more and more.

Many people enter my life. Many people leave too.
Yangkung, Mbahti, Mbahkung, Rio, dek Diah.
Maybe they didn't go. Maybe they actually stay forever. Immortality.


We didn't talk much at the beginning we knew each other. We said hello without look to each other's eyes. We laughed so awkwardly. But now, meeting you guys is my favorite time. Waiting you come to my house is like ritual for me. They are my high school bestfriends: Ikhsan, Solla, and Tian.

I can say that maybe they are the bravest, wild, and naughtiest girls in my life. They jumped to my life from somewhere and caused me a little heart-attack few times. But they taught me about loyalty and without them, high school was maybe the most boring time in my life. And now, they are a lawyer-going-to be and a doctor-going-to-be. They are, my sweet girls, Pritha and Reta.

She is my first bestfriend. I always love her smile. Her hair is very pretty. She accompanied me applying to high school. She was with me when I first time had my wallet stolen. She was the first person who looked after me in the hospital after I had a critical motorcycle accident. It was like we will stay like that forever. That we will be an everlasting bestfriends. But now, it has been four years since we didn't talk to each other. Her name is, uh, Yupe.

And here is the boy I knew in high school. He is very kind and sweet. We dated for months before we broke up and stay just as friends. The trivia that we come from a very different world is always burden my mind, even from the very first time I knew him. Diversity between he ad I is a thing I always deny and don't want to really care. But now, distance between us is even more far. That happy and a bit shy boy is now a man with cars, beers, bars, and socialite life. I feel like I don't really know him at all. That makes me feel strange and sad. But for me, whatever he is right now, he is still that kind and sweet boy I know and never change.

Should old acquaintance be forgot,
and never brought to mind?
Should old acquaintance be forgot,
and old lang syne?
For auld lang syne, my dear,
for auld lang syne,
we'll take a cup of kindness yet,
for auld lang syne.
(Auld Lang Syne)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature