My adventure, my vision, my confession.

Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

Quotes to Remember I - 2017

Quotes to remember........

  1. "Keikhlasan itu ibarat menghilangkan kotoran yang menyumbat pipa keran. Kalau kamu ikhlas, seperti hilangnya sumbat itu, air akan mengalir dengan benar-benar deras." - Mas Arya
  2. "Daripada sibuk nge-galau-in yang hilalnya aja belum jelas, mending kita fokus aja ngerjain yang hilalnya udah pasti." - Rapen
  3. "Selalu inget niat awalnya apa, El." - Meisa
  4. "Kalau capek, aku tidur. Kalau sedih, aku baca buku. Kalau marah, aku olahraga." - Mas Aryo

 and many more.

Tidak akan aku dapat setegar ini bila bukan karena kasih-Mu yang terangat sangat.

لاَحوْلَ وَلاَ قُوَّة اِلاَّبِاللّهِ

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن






~Menuju Sehat dan Ceria 2017~


Sherina - Click Clock. Man jadda wa jada..


Sherina - Click Clock

Click clock waktu berdetak
Click clock terus menghentak
Cepat gunakanlah waktumu
Secepat ayun langkahmu
Karena roda hidupmu terus berputar

Click clock janganlah ragu
Click clock kejarlah ilmu
Ingat janji masa depanmu
terbentang di hadapmu
karena masa kecilmu tak kan kembali

Berakit ke hulu berenanglah ke tepian
Masa depanmu telah luas membentang
Kegaganlah bukanlah sebagai penghalang
Jangan sampai kau sesali
karena waktu tak kembali

Bersakit dahulu bersenanglah kemudian
Hari esok akan tiba menjelang
Kegagalan bukanlah sebagai penghalang
Mari maju kejarlah citamu


Presented for my beloved sisters, Elin and Elinna.
Never give up of our future. Sama-sama berjuang ya..

Also for my beloved STANers..


All my dearest friends..
Good luck. Semangat!

"Man jadda wa jadda - Barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil."

Amin ya rabbal alamin..

Dirgahayu LAPAN - Hidup Indonesia dan IPTEK!

Minggu lalu saya mendapat undangan untuk hadir dalam acara ulang tahun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). LAPAN adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. Kurang lebih seperti NASA-nya Indonesia. Acara akan dilangsungkan pada tanggal 8 Juli 2012 di kantor LAPAN Jakarta.

Kebetulan pada akhir Minggu tersebut saya sedang berada di dekat venue, tepatnya di daerah Rawamangun, Jakarta, untuk menemani adik saya yang hendak mengikuti ujian masuk universitas. Karena kebetulan saya sendiri sangat tertarik pada langit dan antariksa (boleh dong anak humanoria suka astronomi. Hehehe..), akhirnya saya memutuskan untuk turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Pintu masuk venue. Head office LAPAN Indonesia.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Bapak Dody Susanto, Ketua Yayasan Permata Bangsa, dan pidato yang inspiratif mengenai Pancasila dan rasa cinta tanah air. Kemudian acara diteruskan dengan pidato dari beberapa pejabat penting lainnya yang kebetulan hadir dalam acara tersebut.

Sambutan dari Bapak Dody.
Tamu kehormatan dalam acara. Tidak hafal satu per satu
tetapi beliau sekalian adalah orang-orang yang luar biasa.
Kemudian acara dilanjutkan dengan talkshow bertema "Teknologi Satelit, Pemanfaatan, dan Dampaknya" dengan dua orang pembicara yang sekali lagi maaf saya lupa mencatat siapa nama beliau karena saat acara tidak membawa alat catat sama sekali.

Sesi pertama dimulai dengan laporan apa yang telah dihasilkan, yang sedang dikembangkan, dan hendak direncanakan mengenai persatelitan Indonesia. Agak rumit bila harus dijelaskan, namun agaknya dapat dipresentasikan dalam gambar berikut ini :

Indonesia adalah sebuah negara yang sedang berkembang, termasuk dalam hal teknologi. Lima tahun yang lalu, pada tanggal 10 Januari 2007 di Sriharikota, India, Indonesia meluncurkan satelit pertama buatannya sendiri yang diberi nama 'Lapan-Tubsat'. Selama lima tahun mengorbit, Tubsat telah mendapatkan data hasil penginderaan, seperti pemantauan gunung meletus, kebakaran hutan, serta permukaan Bumi yang telah digunakan oleh instansi kehutanan dan pertanian.

Agustus 2012 nanti, sekali lagi Indonesia akan mengorbitkan satelit buatannya sendiri yang diberi nama 'LAPAN-A2'. Satelit ini akan memiliki tiga perangkat utama yakni pemotret bumi, pembaca sinyal kapal, dan penunjang radio amatir. Ke depannya, Indonesia juga akan mengorbitkan berbagai satelit lain yang saat ini sedang dikembangkan oleh LAPAN dan instansi-instansi lain termasuk beberapa perguruan tinggi di Indonesia (ITB, UGM, dll).

Selain itu, talkshow juga membahas mengenai 'sampah angkasa' yang menyelimuti bumi. Video dapat dilihat di akhir post.

Dibandingkan dengan negara lain, pengembangan IPTEK Indonesia mungkin masih belum seberapa. Ada negara lain yang bahkan sudah dapat membuat satelit yang mampu mendeteksi kandungan-kandungan mineral yang ada di dalam tanah di seluruh dunia, misalnya emas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena kurang tersedianya fasilitas yang memadai di negeri ini meskipun sebenarnya Indonesia memiliki SDM dan SDA IPTEK yang luar biasa. Semoga semangat untuk memajukan negeri dapat terus terjaga.

Sesi tanya-jawab.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Palapa Awards untuk mereka yang telah berjasa dalam pengembangan IPTEK Indonesia, khususnya dalam bidang penerbangan dan antariksa. Beliau-beliau adalah orang yang sangat luar biasa. Thumbs up!

Acara diakhiri dengan acara makan bersama oleh seluruh undangan. Saya sangat bersyukur berkesempatan untuk hadir dalam acara ini. Hal ini menyadarkan saya dan mengingatkan saya betapa luasnya dunia ini. Bahwa memajukan Indonesia tidak sekedar dari politik dan sosial saja, namun juga ada mereka yang berjuang lewat alam dan ilmu pengetahuan. Betapa dunia ini terdiri dari banyak lingkaran yang berbeda. Jujur, saya sangat terharu. Mengingat bagaimana dulu saya berjuang dalam lingkaran A, dan pada akhirnya saat ini saya sedang berada di lingkaran B. Mungkin suatu saat saya akan kembali ke A. Mungkin saya akan tetap di B. Atau bisa jadi saya malah berpindah ke lingkaran C. Hihihi, maaf random. Yah intinya, memang masa depan hanya Allah yang tahu :)

Sekian dari saya. Sukses selalu untuk kita semua!
Salam.




Video : Illustration of space debris (sampah angkasa)



The Greatest Love of All



Whitney Houston - The Greatest Love of All


I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Everybody's searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfilled my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity


Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me

The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

And if, by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

Inspiring person : Mas Ridlo

Kali ini saya hendak menceritakan tentang seseorang yang baru sebentar saja saya kenal. Nama beliau adalah 'Ridlo Wahyudi'.

Sekilas Tentang Mas Ridlo

Usia beliau dan saya kurang lebih terpaut tiga tahun. Mas Ridlo adalah mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi negeri ternama di kota Bandung, Jawa Barat. Ketika pertama kali mengenal mas Ridlo,kesan pertama yang saya tangkap dari beliau adalah sangat ramah dan tukang tidur (Hehehe. Peace.) Sama-sama wong Jowo yang sedang merantau, hanya saja dengan jurusan yang berbeda jauh. Saya di bidang humaniora, sedangkan dia di bidang eksak. Beliau adalah orang yang rendah hati dan tidak show-off. Kebetulan pertama kali saya bertemu dengan beliau adalah dalam sebuah acara penyerahan penghargaan dari pemerintah kepada Putra-Putri terbaik bangsa. Dari sana saya mengetahui bahwa ternyata beliau adalah pemenang medali emas dalam salah satu Olimpiade SAINS tingkat internasional pada tahun 2008. Rasa kagum saya semakin bertambah ketika Tante saya (yang memang sudah mengenal beliau) mengatakan bahwa mas Ridlo adalah mahasiswa S2. Saya sempat bingung karena sepengetahuan saya, mas Ridlo adalah mahasiswa angkatan 2008 (saya 2010) sehingga seharusnya beliau baru akan wisuda bulan Juli ini (masih S1). Selidik punya selidik, ternyata beliau lulus cepat di perguruan tinggi tersebut (kurang dari empat tahun) dan langsung melanjutkan pendidikan ke S2 di universitas yang sama. Saya jadi malu dengan diri sendiri. Kuliah dibiayai rakyat, tetapi cum laude saja ngga dapat-dapat. Hahaha..


Ini dia mas RIdlo dalam acara tersebut.
Menurut cerita teman-teman, mas Ridlo adalah seorang pribadi yang bersahaja dan pekerja keras. Meskipun mendapat beasiswa, ia juga bekerja sambilan untuk membiayai kuliahnya sendiri dan membantu adik dan orang tua-nya. Mas Ridlo juga adalah teman yang baik, tegas, berkeinginan kuat, taat beribadah, kadang gila, menyukai anime, dan bijaksana.

Terima kasih ya Allah sudah mengizinkan saya untuk bertemu dengan orang-orang yang luar biasa seperti mas Ridlo. Semoga suatu saat kami dapat bertemu kembali.

SORRY. I GOT MY PIC TO BE REMOVED ;)

Sukses untuk kita semua.
Salam.

Es Pisang Ijo dan Adik-Adik Saya




Saya adalah seorang mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua. Saya berkuliah di ibukota Indonesia, Jakarta, sedangkan keluarga saya tinggal di provinsi Jawa Tengah, tepatnya di kota Semarang. Saya memiliki dua orang adik perempuan bernama Elin dan Elinna. Hal terberat bagi saya saat memutuskan untuk merantau ke ibukota mungkin adalah meninggalkan kedua adik kecil saya ini. Saya begitu mengkhawatirkan banyak hal mengenai mereka yang menurut orang-orang sebenarnya tidak terlalu penting seperti misalnya bagaimana bila ada yang mengganggu adik saya atau bagaimana bila Ibu berhalangan untuk menjemput adik di sekolah. 

Jarak antara Jakarta-Semarang dapat ditempuh sekitar sepuluh jam dengan menggunakan mobil. Paling cepat satu jam dengan pesawat yang tentunya memakan biaya perjalanan yang tidak murah. Ditambah dengan jadwal kampus saya yang dapat dikatakan cukup ketat dan berbagai kesibukan lainnya, saya hanya dapat pulang ke Semarang setiap liburan setelah Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), atau libur nasional yang masing-masing panjangnya rata-rata adalah satu minggu. Satu minggu ini tentunya adalah momen yang sangat berharga untuk saya. Satu minggu yang saya alokasikan khusus untuk pulang ke Semarang dan berkumpul bersama keluarga. 

1 Januari 2012 lalu, saya dengan keluarga pergi ke Mall Ciputra, Semarang, untuk makan siang bersama sekaligus merayakan pergantian tahun yang baru ini. Kami memilih untuk makan di pujasera agar kami dapat memilih menu makan sesuai dengan selera kami masing-masing. Saat menunggu pesanan diantar, mata saya tergoda dengan sebuah stan kuliner khas Sulawesi. Dari meja tempat kami akan makan, saya membaca satu per satu menu yang dijual. Saat itu lah saya menemukan menu ini ‘Es Pisang Ijo’. 

Es pisang ijo adalah salah satu hidangan khas Sulawesi, tepatnya Makassar. Es ini terdiri dari pisang yang dibungkus dengan kulit dari tepung terigu yang diberi warna hijau, bubur fla, kacang sangrai, es serut dan sirup berwarna merah. Rasanya manis dan sangat menyegarkan. Di kampus saya sendiri, es pisang ijo adalah salah satu jajanan yang cukup populer dan digemari. Mengetahui bahwa adik-adik saya belum pernah mencicipi, saya menjadi tergoda untuk memamerkan salah satu ‘makanan gaul’ anak kos ini. 

Keluarga saya termasuk keluarga yang berkecukupan. Namun pada hari itu, saya menolak uang dari Bapak saya dengan alasan ingin sesekali mentraktir adik-adik saya dengan uang simpanan saya sendiri. Karena Bapak dan Ibu saya tidak terlalu suka makanan manis, saya hanya memesan tiga mangkok es pisang ijo masing-masing untuk adik saya dan saya. 

Es pisang ijo pesanan kami siap dalam jangka waktu kurang dari lima menit. Begitu tiba, saya tersenyum melihat ekspresi adik-adik saya yang agak ragu dengan hidangan berwarna putih-merah-hijau yang ada di hadapan mereka. Saya mulai menyendok es pisang ijo milik saya. Kedua adik saya pun mengikuti. Dalam suapan pertama, ekspresi mereka berdua mendadak berubah menjadi semangat untuk melahap es pisang ijo milik mereka. Saya tertawa melihat binar-binar di mata mereka berdua. “Kalian kok ndeso banget, sih. Hehehe,” canda saya. Kedua adik saya hanyamesem dan melanjutkan untuk memakan. Pada saat melihat keceriaan adik-adik saya saat memakan es pisang ijo milik mereka, saya merasakan sebuah kehangatan dalam dada saya. Saya sangat terharu melihat bagaimana traktiran kecil saya ini dapat membuat kedua adik saya tersenyum. Saya sangat bahagia saat melihat kedua adik saya bahagia. 

Saking sibuknya memerhatikan adik-adik saya makan, saya tidak sadar bahwa es pisang ijo milik saya sendiri bahkan belum habis setengahnya ketika kedua adik saya sudah menyelesaikan suapan terakhir mereka. Biasanya, bahkan ketika saya sudah SMA, saya terkadang masih berebut makanan dengan adik-adik saya. Entahngambek karena adik saya mendapatkan potongan kue yang saya rasa lebih besar daripada milik saya, atau hal lainnya yang dewasa ini saya fikir ternyata tidak penting sekali. Tapi siang itu berbeda. Ketika melihat adik saya melirik-lirik es pisang ijo saya dengan penuh minat, saya tersenyum dan bertanya apakah mereka ingin es pisang ijo lagi. Mereka mengangguk. Setelah menyendok satu suap fla, saya geser mangkuk saya ke mereka dengan syarat es pisang ijo ini harus mereka bagi dua. Rasangambek dan iri yang biasanya saya rasakan, kali itu tidak saya rasakan sama sekali. Yang saya rasakan hanyalah rasa bangga dan rasa syukur karena saya dapat membahagiakan harta saya yang paling berharga. Mungkin perasaan seperti inilah yang membuat orang tua saya tidak pernah lupa membawa oleh-oleh saat pulang dari dinas atau ketika sedang berada entah di mana yang mereka tahu putri-putri mereka akan senang bila berada di tempat tersebut. 

Lewat es pisang ijo, saya menjadi lebih faham tentang makna berbagi dan makna keluarga. Saya lebih memahami makna ketulusan dan saling mengasihi. Setiap kali melihat warung yang menjajakan es pisang ijo, saya menjadi teringat dengan tujuan saya menempuh ilmu di Jakarta ini: Suatu saat ketika sudah bekerja nanti, saya ingin membiayai pendidikan adik-adik saya dengan uang saya sendiri. Saya ingin membantu orang tua saya sekaligus membantu adik-adik saya untuk meraih impian mereka. Semangat saya yang sedang redup pun akan menyala kembali. Saya menjadi sangat bersemangat. Ketika memakan es pisang ijo, rasa kangen saya terhadap adik-adik saya dan Bapak-Ibu menjadi sedikit terobati. Karena es pisang ijo pula, saya semakin rajin untuk menyisihkan uang yang saya miliki, entah uang bulanan dari Bapak-Ibu, uang hasil mengajar les, atau mengisi acara kampus, untuk tabungan masa depan sekalian ‘traktiran-traktiran kecil’ untuk keluarga saya saat saya sedang liburan. 

Terima kasih, es pisang ijo!

Elna Lalita

(Jakarta, Juni 2012)

Do You?

Do you promise that you will not give up
until your heart beats no more
and your wings will shatter upon the floor?

And if your time does end
do you promise me
that you will fly into heavens
and then fly away
far away then?

But if your heart will fall
I will stitch it back
into its rightful place
among the stars in the highest heavens

And if your time does end
do you promise me
that someday you will fly back into my hands
and do you promise me your love?

Do you remember when you could fly into the night sky
Do you?


It's Not Always You Say and They Do.

When you tell your judgement to people about themselves, you would get those two spontaneous reactions: Rejections or acceptance. Mostly, rejections for negative (bad) judgement and acceptance for good ones. Both of those will later lead them into long-term, pasca-judgement, reactions: Change themselves or stay with their current personality.

Most people think when they tell someone about his/her what-they-think negative traits, that someone would change his/her into positive. Because, yes, a negative traits is supposed to be changed indeed. But there's some weakness here:
  1. Your judgement is not always true, 
  2. Not everyone could improve themselves that way, and 
  3. A judgement could happen to affect human subconscious.
Here's the example:

You say to someone that you think she's so generous. After that, unconsciously, she will start regularly give money to beggars. Why? Because 1. She is generous. Or 2. She thinks she is.
That's example for positive judgement. Let's move to the negatives.
Example 2. You say to someone that you think she's so noisy and annoying. From this movements, we will get two reactions:
  1. She will start controlling her mouth, realizing how her fussiness could annoy people around her, and start listening to others. Nice.
  2. She will become even fussier. She start to devil-may-care with people's mind. Part of self development? Maybe yes. Maybe no.


I bet most of you think the reason why she is fussier is that she's only rejecting the judgment. She can't accept criticism. But no guys, there's one reason again: She's accepting what you said about her. Her mind is unconsciously persuade her that she is it is. Which is, your judgment, since it's based on your opinion, is very likely to be false.

And none of us want that.

That's what I learn from become a such kind of fortune-teller these past years. It's not just about telling people prediction. It's about people life. We are not God, don't play God then. Like that.

We are meant to be good to people, but sometimes, what we do is, in reality, not always come out good. But still, there must be a better way.



Thanks for reading.
@elnalalita

Custom Post Signature

Custom Post  Signature